Sepagi Bersama Buddhist

 

“Kamu bersolat lima kali sehari, bukan?” Gadis Cambodia itu lancar berbahasa Inggeris. “Ya, saya solat lima kali sehari” kututup buku yang menjadi agenda utama pertemuan santai pagi itu.
“Apa yang kamu buat ketika bersolat? Ada colok seperti kami?” Tanyanya, cukup innocent. Aku tersenyum, lantas menyatakan dengan bangga, “kami menurut perintah Tuhan dengan solat pada tiap-tiap waktu khusus seperti yang diarahkan. Ambil wudhuk dan solat, ketika itu hanya ada saya dan Tuhan””Kami ada sami yang bersolat setiap waktu di ‘pagoda’, kami ada hari holy yang mengumpulkan kami sembahyang di pagoda, tetapi bukan wajib untuk semua, dan tentunya itu bukan menjadi agenda pilihan bagi yang muda-muda seperti kami. Itulah hari yang disediakan untuk orang-orang tua yang perlu bersedia untuk kehidupan seterusnya” dia menjelas, mengupas satu persatu.
“Bagaimana kalau yang muda mati dulu? Contohnya, accident? Bukankah dia belum bersedia dengan amalan untuk mati?” Aku bertanya, benar-benar ingin membaca fikirannya.
“Apa lagi yang mampu dibuat? Itu saja amalan yang kami mampu” jawabnya dengan riak sedikit cuak. Aku sendiri terasa agak kejam bertanyakan soalan begitu.

 

“…Ketahuilah, Islam agama sebenar. Allah itu Satu. Tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad S.A.W itu pesuruh Allah. Akhirat itu pasti. Kau kan rasakan nikmatnya berada dalam Islam. Ketahuilah! Ini agama yang benar…”

Samb: http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1197

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s